Aturan Pemenggalan Kata

Ketika menulis pada lembar kerja, para siswa masih sering melakukan kesalahan dalam memenggal kata.         Gara-gara tidak muat ditulis dalam satu baris, lalu dengan "asyiknya" lanjut tulis di baris bawahnya. Padahal, memenggal kata itu  ada aturannya, menurut Pedoman Umum EYD dari Pusat Bahasa Depdiknas.

1. Pemenggalan kata pada kata dasar dilakukan sebagai berikut.

a. Jika di tengah kata ada vokal yang berurutan, pemenggalan itu
dilakukan di antara kedua huruf vokal itu.
Misalnya:
au-la bukan a-u-la
sau-dara bukan sa-u-da-ra
am-boi bukan am-bo-i

b. Jika di tengah kata ada huruf konsonan, termasuk gabungan huruf
konsonan, di antara dua buah huruf vokal, pemenggalan dilakukan
sebelum huruf konsonan.
Misalnya:
ba-pak, ba-rang, su-lit, la-wan, de-ngan, ke-nyang, mu-ta-khir

c. Jika di tengah ada dua huruf konsonan yang berurutan, pemenggalan
dilakukan di antara kedua huruf konsonan itu. gabungan huruf
konsonan tidak pernah diceraikan.
Misalnya:
man-di, som-bong, swas-ta, ca-plok Ap-ril, bang-sa, makh-luk

d. Jika di tengah kata ada tiga buah huruf konsonan atau lebih,
pemenggalan dilakukan di antara huruf konsonan yang pertama dan
huruf konsonan yang kedua.
Misalnya:
in-stru-men, ul-tra, in-fra, bang-krut, ben-trok ikh-las

2. Imbuhan akhiran dan imbuhan aalan, termasuk awalan yang mengalami perubahan
bentuk serta partikel yang biasanya ditulis serangkai dengan kata dasarnya, dapat
dipenggal pada pergantian baris.
Misalnya:
makan-an, me-rasa-kan, mem-bantu, pergi-lah
Catatan:
a. Bentuk dasar pada kata turunan sedapat-dapatnya tidak dipenggal.
b. Akhiran -i tidak dipenggal.
c. Pada kata yang berimbuhan sisipan, pemenggalan kata dilakukan sebagai berikut.
Misalnya: te-lun-juk, si-nam-bung, ge-li-gi

0 Comments

Unsur-Unsur Puisi

Secara konvensional, sastra terdiri atas tiga genre, yakni puisi, prosa dan drama. Puisi merupakan salah satu genre yang paling tua. Jika ditelusuri, telah banyak definisinya. Dalam pandangan tradisional, puisi merupakan ragam sastra yang terikat oleh unsur-unsurnya, seperti irama, rima dalam Puisi, matra, baris dan bait.


Namun, hingga saat ini belum ada definisi yang pas mengenai puisi. Hal itu dikarenakan wujud puisi selalu mengalami perubahan. Walaupun demikian, tetap terdapat patokan untuk memahami puisi. Sebab, jika hanya melihat bentuk visualnya saat ini, pembaca akan kesulitan membedakan antara puisi dan prosa.


Puisi mengekpresikan pemikiran yang membangkitkan perasaan dan merangsang imajinasi pancaindra dalam susunan yang berirama. Puisi merupakan karya seni yang puitis. Kepuitisan itu dapat dicapai dengan bermacam-macam cara, misalnya dengan bentuk visual: tipografi, susunan bait; dengan bunyi, persajakan, asonansi, aliterasi, kiasan bunyi, lambing rasa, dan orkestrasi; dengan pemilihan kata, bahasa kiasan, sarana retorika, unsur-unsur ketatabahasaan, gaya bahasa, dan lain-lain.


 Unsur-unsur puisi yang dibahas berikut ini adalah sebagai berikut.

- Unsur Pembentuk Puisi

- Struktur Puisi

- Unsur Intrinsik Puisi


1.      Bunyi
Dalam puisi, bunyi digunakan sebagai orientasi untuk menimbulkan musik. Dari bunyi, musik tersebut dapat mengaliri perasaan, imajinasi, dalam pikiran atau pengalaman pembaca. Bunyi juga digunakan sebagai peniru bunyi (onomatope), lambang suara, dan kiasan suara.


2.      Irama
Irama merupakan bunyi yang berulang-ulang, pergantian teratur, dan variasi-variasi bunyi. Irama dapat dibedakan menjadi metrum dan ritme. Metrum adalah irama yang tetap, arti pergantiannya sudah tetap menurut pola tertentu. Ritme adalah irama yang disebabkan oleh pertentangan bunyi tinggi rendah secara teratur, tetapi bukan merupakan jumlah suku kata yang tetap.


3.      Kata
Menurut S. Mulyana, puisi mempunyai nilai seni apabila pengalaman jiwa yang menjadi dasar dapat dijelmakan dalam kata. Gramatika yang membahas efek dan kesan yang ditimbulkan oleh pemilihan kata dan penyusunan kata disebut stilistika, sedangkan yang membicarakan kaidah-kaidah bahasa disebut tata bahasa normaif. Unsur kata terdiri atas kosa kata, pemilihan kata atau diksi, serta denotasi dan konotasi.
a.       Kosa kata
Kosa kata yang digunakan dalam puisi dapat berupa kata-kata bahasa sehari-hari dan kata-kata indah. Kosa kata sehari-hari menimbulkan efek gaya realis, dan kata-kata indah menimbulkan efek romantis.
b.      Pemilihan kata atau diksi dalam puisi
Pemilihan kata diperlukan untuk mengekspresikan maksud penyair. Pemilihan kata perlu pertimbangan perbedaan arti secara cermat.
c.       Denotasi dan konotasi
Denotasi dan konotasi digunakan untuk menimbulkan gambaran yang jelas dan padat. Denotasi merupakan makna sebenarnya, sedangkan konotasi adalah makna tambahan.
d.      Gaya Bahasa/ Bahasa Kiasan
Gaya bahasa atau bahasa kiasan berguna untuk menghidupkan kalimat dan memberi gerak pada kalimat. Gaya tersebut dapat menimbulkan reaksi pikiran kepada pembaca.
e.       Citraan
Citraan merupakan gambaran angan dalam puisi. Sedangkan citra atau imaji merupakan gambaran pikiran. Gambar pikiran merupakan efek dalam pikiran yang dihasilkan oleh pengungkapan sebuah objek yang dilihat oleh mata.
f.      Faktor Linguistik


Faktor-faktor yang linguistik yang mungkin terdapat dalam sebuah puisi antara lain.
1)      Pemendekan kata dilakukan untuk mendapatkan irama yang menyebabkan liris.
2)      Penghilangan imbuhan dilakukan untuk melancarkan ucapan, berirama, dan pemendekan kata.
3)      Penyeimbangan struktur sintaksis dilakukan untuk mendapatkan irama yang liris, kepadatan, dan ekspresivitas.

 

Source : http://cecillexwong.tumblr.com/post/151241116963/puisi-dan-unsur-unsurnya

0 Comments

Tentang Psikolinguistik

Bahasa merupakan suatu wujud yang tidak dapat dipisahkan dari kehidupan manusia, sehingga dapat dikatakan bahwa bahasa itu adalah milik manusia, bahasa selalu muncul dalam segala aspek dan kegiatan manusia. Berbahasa juga merupakan suatu kegiatan yang dilakukan manusia dengan manusia yang lain, kegiatan berbahasa ini bisa berupa tulisan dan ucapan. Dengan berbahasa yang baik, kita dapat menyampaikan sesuatu kepada orang lain dan orang lain akan mengerti apa yang kita sampaikan.

Bahasa merupakan objek linguistik, yang terdiri atas tataran fonologi, morfologi, sintaksis, dan semantik. Pada keempat tataran berbahasa itu, kita seringkali mengalami kesalahan ucap atau salah dengar. Kesalahan itu terkadang berasal dari kesalahan yang tidak kita sadari, yaitu diperoleh dari bahasa pertama. Ada juga kesalahan yang kita pelajari dari pemerolehan bahasa kedua, yaitu ketika terjadi proses pembelajaran, termasuk dalam berbahasa Indonesia.

Proses pemerolehan bahasa merupakan bagian yang penting dalam perkembangan kemampuan bahasa setiap individu. Pemerolehan bahasa atau akuisisi adalah proses yang berlangsung di dalam otak seorang kanak-kanak ketika dia memperoleh bahasa pertamanya atau bahasa ibunya. Proses pemerolehan bahasa inilah yang menentukan kemampuan setiap individu dalam menguasai bahasa pertamanya.

Dalam hal ini psikolinguistik bukan hanya mengkaji tengtang pemerolehan atau gangguan bahasa saja, tetapi juga merupakan ilmu yang membahas atau mengkaji sisi-sisi manusia, baik itu sifat atau perilaku manusia.

Dari tujuan utama psikolinguistik yaitu mencari satu teori bahasa yang secara linguistik bisa diterima dan secara psikologi dapat menerangkan hakikat bahasa dan pemerolehannya.

 Dasar-dasar psikolinguistik menurut beberapa pakar di dalam buku yang disunting oleh Osgood dan Sebeok di atas adalah sebagai berikut:
1)   Psikolinguistik adalah satu teori linguistik berdasarkan bahasa yang dianggap sebagai sebuah system elemen yang saling berhubungan.
2)   Psikolinguistik adalah satu teori pembelajaran (menurut teori behaviorisme) berdasarkan bahasa yang dianggap sebagai satu system tabiat dan kemampuan kemampuan yang menghubungkan isyarat dengan perilaku.
3)   Psikolinguistik adalah satu teori informasi yang menganggap bahasa sebagai sebuah alat untuk menyampaikan suatu benda.

1 Comments

Kalimat Kompleks dan Contohnya

Kalimat Simpleks dan Kalimat Kompleks. Keberadaan konjungsi pada sebuah kalimat dapat menyebabkan kalimat tersebut menjadi kompleks. Berdasarkan Pengertian Serta Contoh Kalimat Kompleks dan Simpleks Lengkap Dengan Pola Kalimat.

Keberadaan konjungsi pada sebuah kalimat dapat menyebabkan kalimat tersebut menjadi kompleks. Berdasarkan kompleksitasnya, kalimat dibedakan menjadi kalimat simplek dan kalimat komplek. Ada 2 macam tipe kalimat di dalam Bahasa Indonesia yaitu kalimat Kompleks dan Simpleks. Kalimat kompleks adalah kalimat yang memiliki lebih dari satu struktur kalimat. Dengan kata lain, kalimat ini memiliki lebih dari satu verba utama atau predikat. Contoh kalimat kompleks dan kalimat simpleks sebenarnya cukup mudah dimengerti. begitu juga dengan kalimat aktif dan pasif.

Dalam bahasa Indonesia, berdasarkan kompleksitasnya, kalimat dibedakan menjadi kalimat simpleks dan kalimat kompleks. Kalimat simpleks adalah suatu susunan beberapa kata yang membentuk suatu kalimat yang didalamnya hanya terdapat satu struktur satu kata.

Dalam pelajaran bahasa Indonesia tentunya kalian akan mempelajari kalimat. Kalimat merupakan suatu rangkaian kata yang membentuk makna.Struktur kalimat terdiri atas unsur-unsur atau pembentuk kalimat yaitu Subjek (S), Predikat (P), Objek (O), dan bias juga ditambah dengan Keterangan (K), ataupun Pelengkap (P).

Klausa simpleks mengandung satu struktur Subjek,Predikst,objek/pelengkap,keterangan .
Contoh: Tanaman menyerap air melalui akar
                S            P           O    K
            Banjir adalah fenomena alam yang sumbernya dari curah hujan
               S        P              O                   K

Klausa Kompleks ( mengandung 2 struktur )
contoh : Akibat Perubahan tata guna lahan terjadi erosi yang berakibat sedimensi masuk ke sungai sehingga  
                                   S                             P       O                               S              P         O                      
daya tampung berkurang
S                       P

Ternyata kalimat kompleks merupakan rangkaian dua kalimat atau lebih dengan konjungsi sebagai alat perangkainnya. 

1 Comments

Puisi Tema Cinta

Puisi adalah pernyataan perasaan yang imajinatif, yaitu perasaan yang direkakan atau diangankan. Puisi itu lebih merupakan pernyataan perasaan yang bercampur-baur. Puisi atau sajak merupakan sebuah struktur yang kompleks, untuk memahaminya perlu dianalisis sehingga dapat diketahui bagian-bagian serta jalinannya secara nyata.

Unsur-unsur Puisi berupa emosi, imajinas, pemikiran, ide, nada, irama, kesan pancaindera, susunan kata, kata kiasan, kepadatan, dan perasaan yang bercampur-baur. Puisi bisa digunakan untuk mengungkapkan perasaan. Misalnya membuat Puisi tema Guru, Puisi Kemerdekaan, Puisi Tema Pahlawan, Puisi Sumpah Pemuda, atau Puisi Idul Fitri.

Diksi dalam puisi atau pemilihan kata-kata dapat mengungkapkan banyak hal, maka kata-katanya harus dipilih secermat mungkin. Pemilihan kata-kata dalam puisi erat kaitannya dengan makna, keselarasan bunyi, dan urutan kata.

Banyak yang mengungkapkan perasaan dengan puisi, seperti halnya Puisi kerinduan, atau puisi untuk orangtua terkadang bisa digunakan. Terlebih saat ingin mengungkapkan puisi tema kangen. Dan yang lebih populer yaitu kata-kata cinta

Penggunaan istilah simbol menyaran pada suatu perbandingan yang bisa berupa banyak hal dengan tujuan estetis, mampu mengkomunikasikan makna, pesan, dan mampu mengungkap gagasan. Keberadaan simbol dalam puisi atau karya sastra pada umumnya akan memberikan sumbangan kekuatan makna. Beberapa kalangan berpendapat bahwa fungsi pertama simbol (metafor) adalah menyampaikan pengertian, pemahaman. Ekspresi yang berupa ungkapan- ungkapan tertentu sering lebih tepat disampaikan dalam bentuk metafor daripada secara literal. Metafor erat berkaitan dengan pengalaman kehidupan manusia baik bersifat fisik maupun budaya.” Kode simbolik lebih mengarah pada kode bahasa sastra yang mengungkapkan suatu hal dengan hal lain.

1 Comments

www.rumpunnektar.com

Situs Edukasi