Cerpen Kontemporer

Sekitar tahun ’70-an, muncul karya-karya sastra yang lain dari sebelumnya yang dimana tidak menekankan pada makna kata yang kemudian digolongkan ke dalam jenis sastra kontemporer. Dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI) sastra kontemporer adalah 1 sastra yang hidup pada masa kini atau sastra yang hidup dalam waktu yang sama, 2 sastra yang berusaha nergerak mendahului zamannya.




Sastra Indonesia Kontemporer diartikan sebagai sastra yang hidup di Indonesia pada masa kini atau sastra yang hidup di Indonesia pada masa mutakhir atau sastra yang hidup di Indonesia pada zaman yang sama. Cerita –cerita pendek kontemporer muncul tidak selalu mengikuti pola cerita- cerita pendek yang ada, tetapi mereka berusaha menemukan pengucapan diri dengan inovasi yang matang. Dalam sastra indonesia modern, cerpen kontemporer itu dimulai berkembang pada 1970-an. Pada masa ini , pertumbuhan kreatifitas yang luar biasa terjadi dalam penulisan cerita pendek. Cerita pendek mempunyai tedensi yang baru baik dari segi pengucapan maupun tama-tamanya. Di mana pada masa itu kreatifitas tanpa batas yang mengiringi langkah berbagai genre sastra, turut juga diusung oleh para cerpenis dengan melakukan beragam inovasi melalui kreatifitas penciptaan cerita pendek. Sehingga dengan sendirinya, tradisi konvensional yang telah menjadi konsep dalam cerita pendek sebelumnya, telah ditinggalkan dan tidak lagi menjadi ciri atau ketetapan.


Sastra kontemporer merupakan bentuk seni yang mengobrak-abrik tatanan bahasa atau kata. Karakteristik sastra kontemporer dihuni oleh para pemburu dalam sejarah sastra suatu bangsa – bangsa, titik tolaknya adalah sastra yang sudah ada dalam masyarakat. Karakteristik yang sangat menonjol pada karya sastra kontemporer ini adalah karyanya yang sangat non – konvensional sehingga hal ini menjadi suatu mengapa dalam karya sastra ini cenderung kurang diminati oleh para pembaca pada umumnya. Ciri atau karakteristik sastra kontemporer atau sering disebut dengan sastra Avant Garde ini yaitu sastra yang sudah jelas penokohannya atau dan karakter tokoh.


Ciri-ciri Cerpen Kontemporer:

  • - Bentuk penyajiannya kadang tidak lazim dan berbeda dari cerita pendek pada umumnya. Dalam hal ini jauh dari tataran konvensional, sehingga disebut juga cerita pendek inkonvensional. 
  • - Memiliki ciri anti logika, dalam arti kadang menyalahi dasar logika manusia pada umumnya. Apa yang menjadi isi cerita jauh dari kenyataan hidup yang sebenarnya. 
  • - Sering mengabaikan plot dan alur cerita. Maksudnya sama sekali tidak terikat pada pola urutan konvensional; pembukaan – klimaks – antiklimaks – penutup. Melainkan lebih bebas, bisa berbentuk zigzag, saling silang, dan sebagainya. 
  • - Bersifat serba aneh atau absurd–identik dengan absurdisme. Karena krakteristik seperti alur dan peristiwa kadang tidak jelas, tidak menentu, bahkan tidak rasional.
  • - Anti tokoh, atau tidak mengindahkan masalah jelas atau tidaknya tokoh-tokoh di dalamnya. Tokoh yang ada dalam cerita pun lahir dari imajiner (pengimajian), khayalan, dan sebagainya. 
  • - Khusus dalam tema realitas kehidupan, selalu bersifat kompleks dan terasing. Melukiskan detail, insiden dan situasi secara multi (tidak fokus pada satu emosi dan impresi), serta menimbulkan efek dan kesan yang majemuk. 

Cerpen Indonesia kontemporer adalah cerita pendek yang berisikan kehidupan manusia Indonesia yang terasing dari dunianya karena gencetan suasana metropolis, yang pemberontak, yang berada ditengah-tengah pergulatan nilai-nilai saling bertentangan yang membuktikan bahwa manusia mempunyai potensi-potensi unik.

Write a comment

Comments: 0