Tentang Psikolinguistik

Bahasa merupakan suatu wujud yang tidak dapat dipisahkan dari kehidupan manusia, sehingga dapat dikatakan bahwa bahasa itu adalah milik manusia, bahasa selalu muncul dalam segala aspek dan kegiatan manusia. Berbahasa juga merupakan suatu kegiatan yang dilakukan manusia dengan manusia yang lain, kegiatan berbahasa ini bisa berupa tulisan dan ucapan. Dengan berbahasa yang baik, kita dapat menyampaikan sesuatu kepada orang lain dan orang lain akan mengerti apa yang kita sampaikan.

Bahasa merupakan objek linguistik, yang terdiri atas tataran fonologi, morfologi, sintaksis, dan semantik. Pada keempat tataran berbahasa itu, kita seringkali mengalami kesalahan ucap atau salah dengar. Kesalahan itu terkadang berasal dari kesalahan yang tidak kita sadari, yaitu diperoleh dari bahasa pertama. Ada juga kesalahan yang kita pelajari dari pemerolehan bahasa kedua, yaitu ketika terjadi proses pembelajaran, termasuk dalam berbahasa Indonesia.

Proses pemerolehan bahasa merupakan bagian yang penting dalam perkembangan kemampuan bahasa setiap individu. Pemerolehan bahasa atau akuisisi adalah proses yang berlangsung di dalam otak seorang kanak-kanak ketika dia memperoleh bahasa pertamanya atau bahasa ibunya. Proses pemerolehan bahasa inilah yang menentukan kemampuan setiap individu dalam menguasai bahasa pertamanya.

Dalam hal ini psikolinguistik bukan hanya mengkaji tengtang pemerolehan atau gangguan bahasa saja, tetapi juga merupakan ilmu yang membahas atau mengkaji sisi-sisi manusia, baik itu sifat atau perilaku manusia.

Dari tujuan utama psikolinguistik yaitu mencari satu teori bahasa yang secara linguistik bisa diterima dan secara psikologi dapat menerangkan hakikat bahasa dan pemerolehannya.

 Dasar-dasar psikolinguistik menurut beberapa pakar di dalam buku yang disunting oleh Osgood dan Sebeok di atas adalah sebagai berikut:
1)   Psikolinguistik adalah satu teori linguistik berdasarkan bahasa yang dianggap sebagai sebuah system elemen yang saling berhubungan.
2)   Psikolinguistik adalah satu teori pembelajaran (menurut teori behaviorisme) berdasarkan bahasa yang dianggap sebagai satu system tabiat dan kemampuan kemampuan yang menghubungkan isyarat dengan perilaku.
3)   Psikolinguistik adalah satu teori informasi yang menganggap bahasa sebagai sebuah alat untuk menyampaikan suatu benda.

Write a comment

Comments: 1